Sabtu, 23 Desember 2017

Refleksi Pertemuan V dan VI Filsafat Ilmu : Bersilaturahim dengan Ruang dan Waktu



Gina Sasmita Pratama
17709251003
S2 Pendidikan Matematika A 2017
     

     Filsafat memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun, termasuk dalam memikirkan bagaimana caranya bersilaturahim dengan ruang dan waktu. Semua yang ada dan mungkin ada di dunia nyata terikat oleh ruang dan waktu. Semuanya bersilaturahim dan bersinergi dengan ruang dan waktu demi menjalani kehidupan.
     Hidup itu membangun. Membangun dengan cara berikhtiar di atas doa. Hidup itu juga perjuangan, karena kita meninggalpun masih harus berjuang. Hidup dan mati, pergi dan datang adalah gerakan menembus dan bersilaturahim dengan ruang dan waktu. Setiap manusia tidak ada yang sempurna. Sehingga dalam kehidupan sehari-harinya manusia terus bersilaturahim dengan ruang dan waktu demi untuk melengkapi ketidaksempurnannya.
    Reduksi merupakan salah satu bentuk dari penyesuaian manusia terhadap ketidaksemupurnaannya. Prior knowledge saya selama ini mengenai reduksi adalah pengurangan. Sebenarnya reduksi itu bukanlah pengurangan melainkan mengutamakan sifat-sifat tertentu dibandingkan dengan sifat-sifat yang lain sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Seperti dalam pembelajaran matematika, sifat suatu kubus itu banyak sekali meliputi yang ada dan mungkin ada, karena sedang belajar matematika, maka yang dipikirkan hanya kubus sebagai bentuk dan ukurannya saja, sifat-sifat yang lainnya disimpan terlebih dahulu untuk digunakan dalam ruang dan waktu yang lainnya. Menurut saya, reduksi ini juga berkaitan dengan kemampuan manusia yang terbatas, tidaklah mampu seorang manusia memikirkan semua sifat-sifat yang ada dan mungkin ada dalam satu waktu, ia hanya dapa menggunakan sifat-sifat yang utama saja dalam satu waktu tertentu, karena kesempurnaan yang hakiki hanya milik Allah SWT.
Jalani saja hidup ini secara alami. Hal-hal yang jahat dalam kehidupan direduksi dan tidak perlu diingat. Ingatan itu hanyalah satu titik diantara keseluruhan, yang lainnya ialah fikiran, tindakan, perasaan, kenyataan. Ingatan berstrukutur, mulai dari sederhana sampai yang tidak sederhana. Oleh karena itu, ingatlah pada hal yang baik-baik saja. Segala sesuatu yang dicintai, itulah yang diingat agar proses silaturahim pada ruang dan waktu ini menjadi efektif di setiap saatnya.
Dalam proses bersilaturahim dengan ruang dan waktu, tidak semuanya harus dipahami dan dijalankan berdasarkan logika dan penalaran. Kita bisa berkomunikasi (bersilaturahim dengan ruang dan waktu ) karena mempunyai skema dan intuisi yang sama. Seperti yang kita ketahui bahwa intuisi ialah kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Pemahaman tersebut tiba-tiba saja datangnya dan di luar kesadaran. Misalnya, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca buku. Intuisi memiliki ciri tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana memperoleh kemampuan tersebut. Contoh intuisi yakni dalam proses pembelajaran matematika terutama pada siswa sekolah dasar dimana mereka belum memiliki kemampuan untuk bernalar dan menganalisis. Sehingga, mereka menggunakan intuisi proses untuk bersilaturahim dengan matematika.
Berkumpulnya hati-hati yang ikhlas akan mengantarkan pada keadaan yang damai, nyaman, dan tentram. Hati-hati yang ikhlas akan melahirkan orang-orang yang bekerja dengan totalitas, tidak akan mengambil yang bukan haknya, dan tahu betul bagaimana tanggung jawabnya. Hati yang ikhlas bukan berarti hanya menerima apa saja yang diperlakukan orang lain terhadapnya. Tetapi hati yang ikhlas akan berpikir kritis apakah sudah tepat atau belum apa yang ia lakukan terhadap orang lain atau apa yang orang lainlakukan terhadapnya.
Memikirkan apakah sudah tepat atau belum apa yang dilakukan termasuk salah satu bentuk dari metafisik (melihat pada sebaliknya). Metafisik ialah memahami maksud selain dari apa yang dilihat dan apa yang di dengar. Contohnya warna tas yang tampak mata berwarna hitam sebenarnya warna aslinya ialah selain hitam, warna hitam yang kita lihat merupakan warna yang tidak dapat diserap sehingga warna hitamlah yang terlihat oleh mata kita. Begitu juga dalam hidup ini, kita harus pandai melihat maksud dari apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Kita tidak boleh hanya melihat tampak luarnya saja. Tampak luarnya seperti sulit sekali, tetapi pasti ada maksud yang baik bagi diri kita terhadap kesulitan tersebut. Seperti yang sering kita dengar, bahwa semua pasti ada hikmahnya. Metafisik ini akan mengantarkan kita pada sifat kritis saat bersilaturahim dan menembus ruang dan waktu.
Ruang dan waktu adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Apapun yang kita lakukan selalu mempertimbangkan ruang dan waktu yang ada dan seseorang yang bijak ialah seseorang yang tahu menempatkan ruang dan waktu dengan baik. Menggapai dan bersilaturahim ruang dan waktu dapat kita lakukan dengan selalu mempertimbangkan apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan ruang dan waktu yang sedang berjalan. Dalam agama Islam, Allah sudah bersumpah dengan waktu dalam surat Al-Asr (Demi Masa), Allah bersumpah dengan waktu karena kebanyakan manusia terlena dengan waktu dan tidak menggunkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita menjadi seseorang yang bersilaturahim dengan ruang dan waktu yang ada dengan cara dan proses yang sebaik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar