Gina Sasmita Pratama
17709251003
S2 Pendidikan Matematika A 2017
Filsafat memikirkan hal sedalam mungkin,
bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun, termasuk
dalam memikirkan bagaimana caranya bersilaturahim dengan ruang dan waktu. Semua
yang ada dan mungkin ada di dunia nyata terikat oleh ruang dan waktu. Semuanya
bersilaturahim dan bersinergi dengan ruang dan waktu demi menjalani kehidupan.
Hidup
itu membangun. Membangun dengan cara berikhtiar di atas doa. Hidup itu juga
perjuangan, karena kita meninggalpun masih harus berjuang. Hidup dan mati, pergi
dan datang adalah gerakan menembus dan bersilaturahim dengan ruang dan waktu. Setiap
manusia tidak ada yang sempurna. Sehingga dalam kehidupan sehari-harinya
manusia terus bersilaturahim dengan ruang dan waktu demi untuk melengkapi
ketidaksempurnannya.
Reduksi
merupakan salah satu bentuk dari penyesuaian manusia terhadap ketidaksemupurnaannya.
Prior knowledge saya selama ini
mengenai reduksi adalah pengurangan. Sebenarnya reduksi itu bukanlah
pengurangan melainkan mengutamakan sifat-sifat tertentu dibandingkan dengan
sifat-sifat yang lain sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Seperti dalam
pembelajaran matematika, sifat suatu kubus itu banyak sekali meliputi yang ada
dan mungkin ada, karena sedang belajar matematika, maka yang dipikirkan hanya
kubus sebagai bentuk dan ukurannya saja, sifat-sifat yang lainnya disimpan
terlebih dahulu untuk digunakan dalam ruang dan waktu yang lainnya. Menurut
saya, reduksi ini juga berkaitan dengan kemampuan manusia yang terbatas,
tidaklah mampu seorang manusia memikirkan semua sifat-sifat yang ada dan
mungkin ada dalam satu waktu, ia hanya dapa menggunakan sifat-sifat yang utama
saja dalam satu waktu tertentu, karena kesempurnaan yang hakiki hanya milik
Allah SWT.
Jalani saja hidup ini secara alami.
Hal-hal yang jahat dalam kehidupan direduksi dan tidak perlu diingat. Ingatan
itu hanyalah satu titik diantara keseluruhan, yang lainnya ialah fikiran,
tindakan, perasaan, kenyataan. Ingatan berstrukutur, mulai dari sederhana
sampai yang tidak sederhana. Oleh karena itu, ingatlah pada hal yang baik-baik
saja. Segala sesuatu yang dicintai, itulah yang diingat agar proses silaturahim
pada ruang dan waktu ini menjadi efektif di setiap saatnya.
Dalam proses bersilaturahim dengan ruang
dan waktu, tidak semuanya harus dipahami dan dijalankan berdasarkan logika dan
penalaran. Kita bisa berkomunikasi (bersilaturahim dengan ruang dan waktu )
karena mempunyai skema dan intuisi yang sama. Seperti yang kita ketahui bahwa intuisi
ialah kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan
intelektualitas. Pemahaman tersebut tiba-tiba saja datangnya dan di luar kesadaran.
Misalnya, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca buku. Intuisi
memiliki ciri tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana memperoleh kemampuan
tersebut. Contoh intuisi yakni dalam proses pembelajaran matematika terutama
pada siswa sekolah dasar dimana mereka belum memiliki kemampuan untuk bernalar
dan menganalisis. Sehingga, mereka menggunakan intuisi proses untuk
bersilaturahim dengan matematika.
Berkumpulnya hati-hati yang ikhlas akan
mengantarkan pada keadaan yang damai, nyaman, dan tentram. Hati-hati yang
ikhlas akan melahirkan orang-orang yang bekerja dengan totalitas, tidak akan
mengambil yang bukan haknya, dan tahu betul bagaimana tanggung jawabnya. Hati
yang ikhlas bukan berarti hanya menerima apa saja yang diperlakukan orang lain
terhadapnya. Tetapi hati yang ikhlas akan berpikir kritis apakah sudah tepat
atau belum apa yang ia lakukan terhadap orang lain atau apa yang orang
lainlakukan terhadapnya.
Memikirkan apakah sudah tepat atau belum
apa yang dilakukan termasuk salah satu bentuk dari metafisik (melihat pada
sebaliknya). Metafisik ialah memahami maksud selain dari apa yang dilihat dan
apa yang di dengar. Contohnya warna tas yang tampak mata berwarna hitam
sebenarnya warna aslinya ialah selain hitam, warna hitam yang kita lihat merupakan
warna yang tidak dapat diserap sehingga warna hitamlah yang terlihat oleh mata
kita. Begitu juga dalam hidup ini, kita harus pandai melihat maksud dari apa
yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Kita tidak boleh hanya melihat tampak
luarnya saja. Tampak luarnya seperti sulit sekali, tetapi pasti ada maksud yang
baik bagi diri kita terhadap kesulitan tersebut. Seperti yang sering kita
dengar, bahwa semua pasti ada hikmahnya. Metafisik ini akan mengantarkan kita
pada sifat kritis saat bersilaturahim dan menembus ruang dan waktu.
Ruang dan waktu adalah hal yang tidak
terpisahkan dari kehidupan kita. Apapun yang kita lakukan selalu
mempertimbangkan ruang dan waktu yang ada dan seseorang yang bijak ialah
seseorang yang tahu menempatkan ruang dan waktu dengan baik. Menggapai dan
bersilaturahim ruang dan waktu dapat kita lakukan dengan selalu
mempertimbangkan apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan ruang dan waktu
yang sedang berjalan. Dalam agama Islam, Allah sudah bersumpah dengan waktu
dalam surat Al-Asr (Demi Masa), Allah bersumpah dengan waktu karena kebanyakan
manusia terlena dengan waktu dan tidak menggunkan waktu yang ada dengan sebaik
mungkin. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita menjadi seseorang yang bersilaturahim
dengan ruang dan waktu yang ada dengan cara dan proses yang sebaik-baiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar