Gina Sasmita Pratama
17709251003
S2 Pendidikan Matematika A 2017
Pada
hari itu, Selasa 5 September 2017 pukul 15.30, untuk pertama kalinya saya
bertemu dengan sosok Prof. Dr. Marsigit, M.A di ruang I.2.6.01.06 Gedung Sangat
Baru Pasca Sarjana UNY. Saya sedikit terlambat bersama dua teman saya yang lain
karena sholat ashar terlebih dahulu, tetapi dengan hangatnya Prof. Marsigit
mempersilahkan kami untuk duduk bergabung bersama teman-teman yang lain. Ini
adalah pertemuan pertama kuliah Filsafat Ilmu untuk kami mahasiswa baru S2
program studi Pendidikan Matematika angkatan 2017.
Pertemuan
pertama dibuka dengan perkenalan, dimana Bapak menanyakan nama dan asal
universitas S1 kami satu per satu, kemudian dilanjutkan dengan Bapak
memperkenalkan diri. Pada saat itu, Bapak ingin menyebutkan namanya. Akan
tetapi, Bapak memulai dengan menyebutkan bahwa nama itu ada yang namanya nama
muda, nama tua, nama profesional, nama resmi, dan nama panggilan (nick name). Kemudian Bapak menyelipkan pesan
dimana dia mengatakan bahwa spiritual itu bisa menjadi hal yang keren. Kata
Bapak, Nabi Muhammad adalah orang yang paling keren dalam bidang spiritual di
dunia. Bapak menggunakan istilah awam untuk merujuk spiritual. Menurut Bapak
hal ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar bagaimana orang berfilsafat
berkomunikasi. Filsafat menggunakan bahasa awam untuk menjangkau area-area yang
transedenden disana (spiritual) karena filsafat itu ikhtiar fikiran manusia
saja, belum sampai pada pedoman, dalil-dalil alquran dan hadist, walaupun sudah
mempunyai keterampilan tersendiri.
Kembali
kepada perkenalan Prof. Dr. Marsigit, M.A. Pada saat itu Bapak menceritakan
kepada kami bahwa ia mempunyai nama kontenporer dan nama klasik. Nama Bapak
yang klasik adalah Marsigit. Mar itu artinya tersamar. Tersamar itu ilmu. Semua
ilmu itu tersamar atau tertutup bayang-bayang, tinggal kita mampu menggalinya
atau tidak. Sigit itu tampan. Sehingga, arti dari Marsigit ialah tersamar dan
tampan. Jadi, Marsigit ialah orang tampan yang selalu mencari ilmu. Dalam
perwayangan, tokoh itu bernama Arjuna. Sedangkan nama Bapak yang kontenporer juga
Marsigit tetapi dengan arti yang berbeda. Mars ialah planet, see artinya
melihat, dan gate artinya pintu gerbang. Jadi arti dari Marsigit secara
kontenporer ialah pintu gerbang untuk melihat planet mars. Percaya atau
tidak percaya terhadap apa yang Bapak sampaikan
barusan menurut Bapak ialah nomor sekian, yang penting mendengar. Mencari ilmu
juga harus gaya dan semangat (power
dari diri). Baiklah, Menurut Bapak perkenalan nama Bapak yang kontenporer dan
klasik di atas hanya agar pertemuan pertama kita saat perkenalan ini mempunyai
kesan. Kemudian setelah itu, Bapak memperkenalkan riwayat pendidikannya hingga
mendapat gelar Profesor dan juga tentang keluarganya.
Kemdudian
Bapak melanjutkan penjelasannya. Menurut Bapak, kami tidak boleh berbangga diri
walaupun masih muda. Waktu itu berjalan dinikmati, jangan disia-siakan. Filsafat
itu bagaimana caranya kamu bingung. Bingung di dalam fikiran itu tandanya
sedang membangun ilmu. Tetapi jangan sekali-kali bingung di dalam hatimu. Sehingga
orang yang bingung di dalam fikiran tetapi tidak bingung di hati, itu artinya
orang yang profesional, sudah bisa ia memilah-milah. Orang yang bingung di fikiran
dan bingung di hati, itu ciri belum profesional. Jiwanya belum matang. Dalam
pelajaran bapak, berfikir saja. Bingung tidak apa-apa. Asal jangan ikut
dibingungkan hatimu.
Filsafat
mengalirkan gagasan dan ide-ide. Segala sesuatu pekerjaan dan kehidupan
mempunyai landasan dan arah, termasuk filsafat. Landasan filsafat ialah
paradigma. Paradigma filsafat adalah membangun, membangun apapun yang
baik-baik. Membangun dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya.. Maka
yang namanya membangun itu membangun dari langit sampai ke bumi, dasar bumi,
dasar samudera, demikian seterusnya. Hal itu isomorfis dengan dari spiritual
turun ke pengetahuan manusia. Kemudian dari pengetahuan manusia turun kepada
ilmu-ilmu bidang dan ilmu cabang. Kemudia turun lagi kepada formalitas.
Formalitas turun menjadi sebuah aturan dalam bentuk aturan undang-undang. Kemudian
turun lagi ke pergaulan manusia. Dari interaksi antar manusia turun lagi kepada
dunia binatang dan tumbuh-tumbuhan. Kemudian turun kepada bebatuan. Kita bisa
membangun langit, membangun bumi, membangun cinta, membangun persahabatan.
Pesan
dari Bapak, jika merasa bingung dalam proses belajar filsafat, tetapkanlah hati
sebagai komandannya. Jadi walaupun mengikuti perkuliahan filsafat ilmu dalam
keadaan kacau fikiran, maka hati tetap dalam keadaan berdoa, meminta ampun, dan
meminta petunjuk. Doa yang paling tinggi ialah memanggil nama Allah (dzikir).
Semilyar memanggil nama Allah, belum tentu satu di dengarkan dan berhasil. Tetapi,
walaupun satu kali memanggil jika dilakukan dengan keikhlasan, tentu akan ada
pahalanya dan diperhatikan oleh Allah. Ada ikhlas hati dan ikhlas fikir. Ikhlas
fikir itu paham atau mengerti. Ikhlas di dalam hati itu ciri-cirinya senang,
tawakal, istiqomah, tumaninah, ikhlas dalam fikir artinya mengerti apa yang
dibaca. Sehingga pesan Bapak, terapkanlah ikhlas hati dan fikiran ini dalam
membaca blog “Power Mathematics” agar kita dapat memahami dengan baik bacaan
yang kita baca. Bapak menjelaskan bahwa tiadalah ilmu kalau tidak ada
pertanyaan, pertanyaan itu menandakan kacaunya fikiran. Ilmu yang dipertanyakan
ini merupakan ilmu dunia.
Sebelum
menutup perkuliahan, Bapak mempersilahkan kepada kami untuk bertanya. Berikut
ini beberapa pertanyaan yang ada dan jawaban dari Bapak Marsigit.
a.) Bagaimana
menyalaraskan antara relalitas di lapangan sesuai dengan apa yang kita fikiran?
Jawaban
dari Bapak : Jalani, fikirkan, dan doakan. Jalanilah yang engkau fikirkan,
fikirkanlah yang engkau jalani, dua-duanya dikemas dan dikerangkai dengan doa.
b.) Bagaimana
mengatasi kebingungan dalam belajar filsafat?
Jawaban
dari Bapak : Itu sebenarnya bukan arti sebenarnya, itu hanya kalimat semantik.
Pesan
penutup dari Bapak yakni, selesai kuliah kamu akan menjadi tahu diri, tidak sembarang
mendefinisikan, lebih hati-hati, tadinya merasa bisa menjadi merasa tidak bisa.
Dalam filsafat yang merasa tidak bisa itu derajatnya yang paling tinggi.
Selesai kuliah, kita akan merasa sebenar-benarnya diri kita tidak mengetahui
apapun (secrates). Kemudian kata Bapak, kuliah jangan hanya mendengarkan
pengetahuan dari Bapak saja, tetapi juga membaca bacaan dari para filsuf. Karena
sebenar-benarnya filsafat ialah membaca. Filsafat adalah penjelasanmu. Filsafat
itu berfikir. Sebenar-benar orang yang anti filsafat sebenarnya adalah filsafat.
Karena jika ia tidak filsafat, maka tidak akan mungkin bisa anti filsafat. Filsafat
juga olah fikir. Tetapi hidup itu tidak hanya oleh fikir tetapi olah hati, jika
olah fikir saja akan berbahaya. Spiritual itu olah fikir dan olah hati. Oleh
karena itu, peganglah dengan kuat spiritual di dalam diri. Inilah refleksi
pertemuan pertama kuliah filsafat ilmu kami. Dalam pertemuan pertama inilah
saya mengenal filsafat pertama kali bersama bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar